|
Laksanakan Jaminan Sosial, 4 BUMN tidak Perlu Berubah
|
Jakarta, Media Indonesia - Empat badan usaha milik negara (BUMN) yang masuk wacana menjadi badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) diyakini mampu menjalankan mandat dengan tetap berbentuk BUMN. Perubahan lebih baik menyentuh Undang-Undang (UU) No 19/2003 tentang BUMN, ketimbang membentuk badan khusus.
|
|
Selengkapnya...
|
|
BPJS tetap berbentuk BUMN
|
|
<img hspace = "4 ‘height =" 78 "align =" left "width =" 100 "vspace =" 4th "alt =" "src =" http://www .taspen.com/images/berita/taspen2.jpg "/> Jakarta, Bisnis Indonesia - The government tends to choose the option amendment of Law No.19/2003 on State Owned Enterprises (SOEs) related to the four state-owned provider of insurance to social security agency (BPJS). This tendency was confirmed that the scheme the government did not choose the alternative option of establishing a specialized agency of social security providers assessed needs greater funding, inefficient, and time consuming.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Tabungan Pensiunan PNS Bisa Tutupi Dana ONH
|
Jakarta, Rakyat Merdeka - Salah satu nilai plus bagi pegawai negeri sipil (PNS), selain menerima pensiunan setiap bulan juga akan menerima uang tabungan selama aktif sebagai aparatur pemerintahan.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Taspen Bayarkan Pensiun dan THT Mantan Wapres RI H M. Jusuf Kalla
|
Jakarta - Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Presiden periode 2004-2009, menerima pembayaran pensiun pertama dan Tabungan Hari Tua (THT) pejabat negara terhitung mulai 1 November 2009. Penyerahan pensiun pertama dan THT diserahkan oleh Direktur Utama PT Taspen (Persero) Agus Haryanto didampingi Kepala Cabang Utama Jakarta Dasrizal dan Wakil Kepala Cabang Utama Netty Dwi Riyatun.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Usia Satu Abad Tetap Bugar
|
Ambon – E. Selano, pensiunan asal Ambon ini patut menjadi contoh hidup sehat. Meski usianya telah melebihi satu abad, badannya masih segar bugar. Ia juga tetap bersemangat dalam menjalani kehidupannya sehari-hari..
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Hard Competency Miliki Nilai Strategis
|
Bandung – Di hadapan 45 peserta pendidikan dan pelatihan yang terdiri dari para kepala bidang personalia dan umum serta kasi umum dari kantor cabang utama dan kantor cabang di seluruh Indonesia, Direktur SDM Karsidi pada acara pembukaan diklat menekankan pentingnya hard competency pada fungsi SDM, umum dan PKBL. Hard Competency ini diperlukan untuk memupuk rasa percaya diri dalam menghadapi perubahan bisnis dan kebijakan internal maupun eksternal perusahaan.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|